Minggu, 24 November 2013

Tugas makalah ISD Masalah Sosial Pengemis Musiman







Puji syukur kehadirat Alaah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karuniannya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Makalah ini tentang masalah sosial pengemis musiman.
Tak lupa penulis ucapkan terimakasih kepada semua yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan tugas makalah ini, khususnya Bpk. Burhan Amin selaku dosen Ilmu Sosial Dasar yang memberi tugas makalah ini.
Juga saya ucapkan terima kasih buat teman-teman yang selalu mendorong memberi masukan dalam menyelesaikan tugas ini baik caa langsung maupun tidak langsung.
Akhirnya penulis berharap makalah ini bermanfaat. Pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna dan banyak kesalahan yang terdapat dalam makalah ini saran dan kritik yang membangun sangat saya harapkan.

Bekasi, 22 Oktober 2013

(                                   )
 
Penulis

DAFTAR ISI

Cover Makalah.......................................................................................................................i
Pernyataan............................................................................................................................ii
Kata Pengantar....................................................................................................................iii
Daftar Isi.............................................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................................1
Latar Belakang.......................... .......................... .......................... ....................................1
Tujuan.......................... .......................... .......................... .......................... ......................2
Sasaran.......................... .......................... .......................... .......................... .....................3
BAB II PERMASALAHAN.......................... .......................... .........................................4
            a.Strength.......................... .......................... .......................... ................................4
            b.Weakness.......................... .......................... .......................... .............................4
            c.Opportunity.......................... .......................... .......................... ..........................5
            d.Threats.......................... .......................... .......................... .................................5
            Analisis SWOT.......................... .......................... .......................... ......................7
BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI.......................... .................................8
            Kesimpulan.......................... .......................... .......................... ............................8
            Rekomendasi.......................... .......................... .......................... .........................8
Referensi Tulisan.......................... .......................... .......................... ...............................9
 



BAB I
PENDAHULUAN
1.Latar Belakang
Pengemis adalah orang-orang yang mendapatkan penghasilan dengan meminta-minta di muka umum dengan berbagai cara dan alasan utnuk mengharapkan belas kasihan dari orang lain.
Pengemis musiman adalah pengemis yang hanya ada dihari-hari tertentu saja seperti imlek, idul fitri, natal, dll.Masalah sosial adalah segala sesuatu yang menyangkut kepentingan sosial.
Indonesia merupakan negara berkembang dengan jumlah penduduk yang banyak identik dengan kemiskinan berpendidikan rendah berpenghasilan rendah ,tidak mempunyai penghasilan tetap, terutama misal seperti Brebes, Cirebon, Tasikmalaya, Semarang, Indramayu, Jepara dan dari daerah lainnya pada umumnya mereka memanfaatkan momen bulan Ramadhan untuk menjadi pengemis., mengais rejeki mengharapkan pemberian orang-orang yang ingin bersedekah terutama di saat bulan ramadhan yang penuh berkah, umat Islam biasanya berlomba-lomba untuk membagi rejeki kepada masyarakat miskin sehingga sering di menfaatkan pengemis. Kondisi demikian sangat memprihatinkan dan harus segera di atasi oleh pemerintah dan masyarakat. Sudah banyak yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemerintah atau non-pemerintah, seperti memulangkan ke daerah asal, memberi pembinaan, memberi modal mengajarkan untuk transmigrasi, ke daerah luar Jawa yang masih jarang penduduknya, dan penanggulangan pertambahan penduduk dengan program eluarga Berencana (KB), sehingga dengan demikian bisa menekan jumlah pengemis musiman yang ada


2.Tujuan
Tujuan membuat makalah ini adalah:
·         Sebagai syarat dalam menyelesakan tugas pada mata kuliah Ilmu Sosial
·         Sebagai bahan pembelajaran khususnya penulis dan pembaca dalam mengamati fenomena-fenomena sosial yang ada di sekitar kita,yaitu banyaknya pengemis-pengemis yang datang ke kota-kota besar seperti Jakarta di saat hari-hari tertentu misalnya di bulan ramadhan menjelang idul fitri


3.Sasaran
Sasaran yang paling penting dari makalah ini diharapkan penulis dapat mengetahui permasalahan sosial khususnya pengemis musiman dan memberikan rekomendasi pihak terkait yang ada hubungannya dnegan masalah pengemis musiman.

BAB II
PERMASALAHAN
Analisis permasalahan sosial pengemis musiman dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek
1.Kekuatan (Strength)
a.Keadaan ekonomi yang semakin sulit.

Karena,ekonomi semakin sulit pekerjaan susah didapat,sehingga masyarakat miskin melakukan pekerjaan sebagai pengemis musiman, yaitu pada hari-hari seperti bulan puasa menjelang idul fitri untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari

b. Kebutuhan hidup yang semakin tinggi

  Melakukan pekerjaan pada hari-hari tertentu untuk menambah penghasilan, sebab penghasilan suami tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga (misalnya suaminya tukang becak, buruh tidak tetap)

c.Susah bertahan hidup

   Tidak adanya keluarga yang membantu sehingga melakukan mengemis pada hari-hari   tertentu untuk menyambung hidup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari

d.Keterbatasan fisik

   Kebanyakan orang yang cacat fisik melakukan  pekerjaan dengan pengemis di hari-hari tertentu karena tidak bisa melakukan pekerjaan yang memerlukan tenaga seperti orang normal.

2.Kelemahan (Weakness)

a.Pemerintah kurang memperhatikan

   Pemerintah kurang memperhatikan pembayaran ekonomi yang langsung menyentuh masyarakat miskin

b.Masyarakat malas untuk bekerja

   Masyarakat lebih memilih untuk mengemis untuk mendapatkan uang lebih gampang daripada bekerja susah payah

c.Pendidikan yang masih rendah
   Masyarakat yang umumnya berpendidiakn rendah tidak mempunyai keahlian untuk mempertahankan hidup sulit, maka dengan mengemis bisa mendapatkan uang dengan mudah.

d.Lapangan pekerjaan yang minim

Karena kurangnya lapangan pekerjaan dan sulitnya mendapatkan pekerjaan, sehingga masyarakat miskin lebih menjadikan pekerjaan sebagai pengemis musiman disaat-saat tertentu. Padahal, ajaran agama manapun, mengemis atau meminta-minta belas kasihan tidak dianjurkan oleh agama dan pekerjaan yang hina,walaupun agama menganjurkan bagi yang mampu memberi sedekah yang miskin



3.Peluang (Opportunity)

a.Pengemis musiman sulit di brantas

   Pengemis musiman sulit di brantas karena mereka benar-benar sangat miskin di desanya dan mencoba mengais rejeki selama bulan puasa

b.Umat muslim berlomba-lomba memberi sedekah di  bulan ramadhan.

   Umat muslim selalu memberikan sedekah di saat ramadhan. Seperti berbuka puasa bersama, Sahur on the road. Sehingga dimanfaatkan oleh pengemis

c.Tingkat kemiskinan yang cukup tinggi

   Karena kemiskinannya mendorong masyarakat untuk melakukan berbagi cara untuk mendapatkan uang, salah satunya memanfaatkan Ramadhan untuk mencari rezeki dari meminta-minta.

d.Agar bisa berlebaran di kampung halamannya.

   Agar bisa berlebaran di kampung halamannya,masyarakat melakukan pekerjaan mengemis bahkan mereka rutin setiap tahun menjadi pengemis musiman

4.Tantangan (Threats)

a.Diadakan pembinaan
   Diadakan pembinaan melalui media massa, ceramah bahwa mengemis itu  perbuatan nista tidak diajarkan oleh agama
b.Diadakan razia dan penertiban dan pelatihan
   Setelah diadakan razia dan dtampung di panti-panti. Sehingga bisa mandiri dan tidak menjadi pengemis.
c.Diadakan pemulangan ke daerah asal
   Setelah di dunia diberi bekal, keudian di pulangkan ke kampung halamannya/ daerah asal dan bisa usaha dengan beternak, bercocok tanam, dagang kecil-kecilan, sebagai tukang pijat sehingga bisa menghasilkan uang.
d.Perhatian kepada lansia dan cacat fisik
   Dengan tersediannya sarana prasarana untuk lansia dan cacat fisik bisa membantu untuk kelangsungan hidupnya, seperti di panti jompo, yang cacat fisik diberi keterampilan (seperti tuna netra) diberi bekal memijat sehingga tidak mengemis










BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

1.Kesimpulan
a.       Pada saat sekarang semakin banyak banyak pengemis musiman yang ada di kota-kota besar seperti Jakarta. Di sebabkan karena tuntutan kebutuhan hidup sehari-hari yang semakin tinggi, sehingga menyebabkan masyarakat memilih mengemis sebagai mata pencaharian
b.      Pemerintah kurang menyediakan lapangan kerja, kurang meberikan modal untuk usaha terhadap masyarakat miskin sehingga masyarakat miskin menjadi pengemis musiman
c.       Pemerintah telah melakukan razia dan pembinaan pada pengemis melalui Dinas Sosial, namun mereka tetap melakukan pekerjaan menjadi pengemis musiman,terutama pada saat hari-hari tertentu seperti hari Raya Idul Fitri, dan Imlek
d.      Diharapkan dengan pembinaan memberi keterampilan yang cukup para pengemis musiman bisa mandiri dan bekerja di kampung halamannya atau di daerah asalnya.

2.Rekomendasi
a.       Agar pemerintah menciptakan lapangan kerja seperti padat karya memberi bantuan untuk usaha kecil
b.      Agar pemerintah menyediakan sarana/prasarana pendidikan yang baik dan memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat miskin agar mampu berkarya dan menghasilkan uang tanpa harus mengemis
c.       Pemerintahan daerah agar membuat peraturan daerah yang melarang masyarakat memberi sedekah dijalan-jalan. Agar disalurkan ke lembaga-lembaga zakat supaya tidak dimanfaatkan oleh pengemis musiman
d.      Agar pemerintahan melakukan penertiban pengemis musiman dan dibina dan pelatihan, atau dipulangkan ke daerah asal



Referensi Tulisan:
1.www.fimela.com
2.Lensa Indonesia (Jumat, 5 juli 2013; Editor: Agus Irawan)
3. Azizah,Nurul; Skripsi (Sarjana)—Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Sejarah, 2009
4.ANTARA (Jumat, 5 Agustus 2011)