Perkembangan
Ekonomi Indonesia pada Masa Orde Baru
Perkembangan Ekonomi
Indonesia pada Masa Orde Baru – Pembangunan nasonal telah di
renanakan meliputi pembangunan jangka panjang, pembangunan jangka
menengah,pembangunan jangka pendek. Pembangunan jangka panjang tahap I (PJPT I)
berlangsung selama 25 tahun. PJPT I terdiri atas lima tahapan jangka
menengah.Setiap tahapan jangka menengah waktunya lima tahun yang di kenal
dengan nama pembangunan lima tahun (pelita).Setiap pelita di bagi menjadi lima
tahapan jangka pendek,yaitu satu tahunan yang di kenal sebagai pelita tahun
pertama,dan seterusnya sampai pelita tahun ke lima.
ketetapan MPRS No.XXIII/MPRS/1966 tentang Pembaruan Kebijakan
ekonomi, keuangan dan pembangunan. Lalu Kabinet AMPERA membuat kebijakan
mengacu pada Tap MPRS tersebut adalah sebagai berikut.
1. Mendobrak kemacetan ekonomi dan memperbaiki sektor-sektor yang menyebabkan kemacetan, seperti :
rendahnya penerimaan Negara,
tinggi dan tidak efisiennya pengeluaran Negara,
terlalu banyak dan tidak produktifnya ekspansi kredit bank,
terlalu banyak tunggakan hutang luar negeri penggunaan devisa bagi impor
yang sering kurang berorientasi pada kebutuhan prasarana.
2. Debirokratisasi untuk memperlancar kegiatan perekonomian.
3. Berorientasi pada kepentingan produsen kecil.
Untuk melaksanakan langkah-langkah penyelamatan tersebut maka ditempuh cara:
Mengadakan operasi pajak
Cara pemungutan pajak baru bagi pendapatan perorangan dan kekayaan dengan
menghitung pajak sendiri dan menghitung pajak orang.
Pemerintah lalu melakukan Pola Umum Pembangunan Jangka Panjang (25-30
tahun) dilakukan secara periodik
lima tahunan yang disebut Pelita(Pembangunan
Lima Tahun).
Pemerintah orde baru mulai melaksanakan rencana pembangunan lima tahun
sejak 1 April 1969 melalui tahapan tahapan pelita. Perkembangan perekonomian
Indomesia pada masing-masing pelita adalah sebagai berikut:
PELITA I Pelita I dimulai
1 April 1969-31 Maret 1947.
Pelita ini menekan pada rehabilitasi ekonomi,khususnya mengangkat hasil
pertanian dan penyempurnaan system irigasi dan transportasi.Hampir selruh
target di sector produksi berhasil di capai,bahkan produksi beras meningkay
25%. Tujuan pelita I adalah menaikan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakan
dasar-dasar yang kuat bagi pembangunan nasional dalam tahap-tahap berikutnya.
PELITA II Pelita II
berlamgsung pada tangggal 1 April 1974-31 Maret 1979.
Pelita II menekankan pada peningkatan standar hidup bangsa Indonesia. Tujuan
tersebut di wujudkan dengan menyediakan pangan, sandang,dan papan yang lebih
baik;meningkatkan pemerataan kesejahteraan;dan menyediakan lapangan kerja.
PELITA III Pelita III
di mulai tanggal 1 April 1979-31 Maret 1989.
Pelita ini menekankan pada sector pertanian untuk mencapai swasemada pangan
pangan dan pemantapan indystri yang mengolah bahan dasar atau bahan baku
menjadi bahan jadi.Pelita II menungkat 274% di banding pelita
sebelumnya. Penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan tinggal 26,9 % dari
jumlah penduduk tahun 1980.
PELITA IV. Pelita
IV di mukai ! April 1984-31 Maret 1989.
Pelita ini menekankan pada sector pertanian untuk mempertahankan swasembada
pangan sekaligus meningkatakan industri yang dapat memproduksi mesin-mesin
untuk insustri ringan maupun berat.Penduuduk yang hidup d bawah garis
kemiskinan tinggal 16,4% dari jumlah penduduk tahun 1987.
PELITA V Pelita V di
mulai tanggal 1 April 1989-31 Maret 1994.
pelita ini menekankan pada sector industri yang di dukung oleh pertumbuhan
yang mantap di sector pertanian.
PELITA VI Pelita VI di
mulai 1 April 1994-31 Maret 1999.
Pelita VI maerupakan awal pembangunan Jangka Panjang Tahap Kedua (PJPT
II).Pada tahap ini bangsa Indonesia memasuki proses Tinggal Landas menuju
Terwujudnya masyarakat maju,adil dan mandiri.Pelita VI menitik beratkan pada
bidang ekonomi dengan keterkaitan antara industri dan pertanian serta bidang
pembangunan lainnya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Referensi:
·
Perbaikan :
Perbaikan :
- di renanakan --> diperbaiki ejaan menjadi "di rencanakan"
- di mukai ! --> diperbaiki ejaan menjadi "di mulai 1 April 1984-31 Maret 1989
- sector (dari B.Inggris) --> artinya sektor