Nama : Tantyo Rahmat Widodo
Kelas : 2KA36
NPM : 18113794
HELM
Helm (bahasa Belanda: Helm)
adalah bentuk perlindungan tubuh yang dikenakan di kepala dan biasanya dibuat dari metal atau
bahan keras lainnya seperti kevlar, serat resin, atau plastik.
Helm biasanya
digunakan sebagai perlindungan kepala untuk berbagai aktivitas pertempuran
(militer), atau aktivitas sipil seperti olahraga,pertambangan, atau berkendara. Helm dapat memberi
perlindungan tambahan pada sebagian dari kepala (bergantung pada strukturnya)
dari benda jatuh atau berkecepatan tinggi.
Di beberapa
negara, helm wajib digunakan bagi pengendara sepeda motor, bahkan ada yang mewajibkannya bagi
pengendara sepeda tak bermotor. Di Inggris hanya
penganut Sikh yang diperbolehkan tidak memakai helm
karena harus memakai turban.
Jenis-jenis Helm
1.Helm Perang
Pada awalnya helm digunakan sebagai bagian dari baju zirah Peradaban Yunani kuno, Romawi klasik,
sepanjang zaman pertengahan, sampai akhir abad 17 menyaksikan penggunaan helm
secara luas di sepanjang Eropa sampai Jepang. Helm melindungi
kepala dari tebasan senjata lawan, datangnya panah, atau bahkan peluru
berkecepatan rendah (dari senapan awal seperti arquebus). Penggunaan helm menurun sejak 1670 ketika
efisiensi dan kecepatan peluru senapan meningkat pesat. Pada abad 18 sama
sekali tak ada infantri yang menggunakannya lagi.
2.Helm Motor
Helm yang digunakan untuk melindungi kepala bila terjadi kecelakaan lalu-lintas pada para pengguna sepeda motor. Pertama sekali
dicetuskan untuk diwajibkan untuk digunakan di Indonesia oleh Kepala Kepolisian
RI Hoegeng, tetapi
mendapatkan penolakan yang keras pada waktu itu, kemudian ditetapkan secara
resmi di dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992.
Jenis-jenis helm
motor
Mungkin bagi sebagian besar
pengendara motor sudah mengetahui fungsi dan kegunaan helm. Selain untuk
menahan terpaan angin, helm juga memiliki fungsi yang jauh lebih mulia, yaitu
menyelamatkan jiwa pemakainya jika terjadi kecelakaan.
Sebuah penelitian menunjukkan
bahwa helm tidak saja berfungsi untuk menyelamatkan jiwa si pengendara, tetapi
juga mampu mengurangi cedera yang dialami ketika terjadi kecelakaan. Bagian
yang paling rentan mengalami luka adalah muka, kepala bagian atas dan leher.
Oleh karena itu sebuah helm yang baik adalah helm yang bisa melindungi ketiga
bagian kepala tersebut.
1. Helm
Cetok/Shorty Helmet
Kelebihan: Mampu melindungi
bagian atas kepala meski dengan tingkat perlindungan yang sangat minim. Helm
jenis ini dirancang untuk memudahkan penglihatan dan pendengaran penggunanya.
Helm ini mudah dibawa dan disimpan karena bentuknya yang simple. Harga helm
jenis ini biasanya murah.
Kekurangan: Dengan tidak
adanya bagian yang menutupi telinga, helm ini bisa membahayakan pendengaran
pengunanya akibat suara noise yang ditimbulkan ketika berkendara. Helm ini
tidak memberikan proteksi yang baik terhadap kepala. Fungsi helm ini
tak ubahnya topi saja.
2. Helm Half-Face / Open face
Kelebihan: Melindungi bagian
atas, samping (telinga) dan belakang kepala (leher). Helm jenis ini memberikan
perlindungan yang seidkit lebih baik dibanding helm ”cetok”. Mudah dipakai dan
dilepas. Beberapa helm jenis ini dilengkapi dengan bantalan dari bahan kulit
pada bagian telinganya.
Kekurangan: Suara noise dari
luar masih tetap masuk ke telinga. Tidak bisa memberikan perlindungan yang
memadai bagi kepala, khususnya bagian muka, dagu, gigi, hidung, leher dan mata.
Karena tidak dilengkapi dengan kaca pelindung pada bagian depannya, maka helm
ini tidak bisa melindungi pemakainya dari hujan, debu, angin, serangga bahkan
kerikil kecil yang beterbangan di jalan.
3. Helm ¾ / Modular Helmet
Kelebihan: Mampu melindungi
bagian kepala, muka, leher, telinga dan mata. Helm jenis ini berada pada posisi
ketiga helm yang cukup aman. Dengan kaca pelindung yang mudah dibuka-tutup,
pemakai bisa dengan mudah makan, minum, memotret atau merokok sekalipun. Kaca pelindungnya
juga bisa berfungsi untuk melindungi diri dari hujan, debu dan angin. Helm
jenis ini sedikit lebih mahal dibanding jenis half-face.
Kekurangan: Karena desainnya
semi terbuka, maka akan menimbulkan efek dengung di telingan pemakainya. Kurang
memberikan perlindungan terhadap muka, dagu, gigi dan hidung.
4.Helm Full-face
Kelebihan: Helm jenis ini
adalah helm yang paling aman untuk digunakan pengendara motor. Helm ini mampu
melindungi muka, kepala, leher, telinga, dan dagu dengan sempurna. Helm ini
juga aman dipakai di saat hujan serta melindungi kita dari debu, kerikil atau
serangga di jalan. Helm jenis ini mampu melindungi pemakainya dari cedera yang
tidak diinginkan saat terjadi kecelakaan.
Kekurangan: Karena tertutup
rapat, si pemakai sulit untuk bisa mendengar suara sekelilingnya. Tidak praktis
kalau kita ingin makan atau minum di tengah jalan. Bagi pengguna kacamata, helm
jenis ini sangat tidak nyaman digunakan. Harga relatif lebih mahal dibanding jenis
lain.
5.Helm Flip-Up
Kelebihan: Hampir sama dengan
helm jenis Full-face, hanya saja helm jenis ini memiliki bagian depan yang bisa
diputar ke atas (flip-up). Sehingga bisa memudahkan pemakainya untukmakan,
minum atau merokok tanpa harus melepas helm. Helm jenis ini mampu memberikan perlindungan
yang cukup baik, sama halnya dengan jenis full-face.
Kekurangan: Karena bagian
depannya bisa dibuka-tutup, maka ada kemungkinan bagian tersebut jadi terbuka
ketika terjadi kecelakaan sehingga bisa melukai bagian muka dan dagu. Harga
helm jenis ini bisanya lebih mahal dibanding jenis full-face.
Struktur
Helm
Inti mekanisme perlindungan Helm adalah penyerapan energi momentum yang diterima ke seluruh bagian helm.
Oleh karenanya meski terdapat berbagai bentuk helm bentuk dan strukturnya mempertimbangkan
kemampuannya menyerap energi tabrakan. Ukuran dan beratnya juga
merupakan pertimbangan lain sebab ukuran yang lebih besar juga meningkatkan risiko terhadap pengguna.
Lapisan helm
Lapisan luar yang keras (hard outer shell)
Didesain untuk
dapat pecah jika mengalami benturan untuk mengurangi dampak tekanan sebelum sampai ke kepala. Lapisan ini biasanya terbuat
dari bahan polycarbonate
Lapisan dalam yang tebal (inside shell or liner)
Di sebelah dalam
dari lapisan luar adalah lapisan yang sama pentingnya untuk dampak
pelapis–penyangga. Biasanya dibuat dari bahan polystyrene (styrofoam). Lapisan tebal ini
memberikan bantalan yang berfungsi menahan goncangan sewaktu helm terbentur
benda keras sementara kepala masih bergerak
Sewaktu ada
tabrakan yang membenturkan bagian kepala dengan benda keras, lapisan keras luar
dan lapisan dalam helm meyebarkan tekanan keseluruh materi helm. Helm tersebut mencegah adanya
benturan yang dapat mematahkan tengkorak.
Benturan yang
kuat memberi kemungkinan terhadap pecahnya helm dan membuat lapisan dalam
rusak. Proses ini memberikan waktu ekstra, reduksi tekanan dan jarak kepadakepala/otak untuk lebih teredam. Ketika lapisan
dalam terkoyak, dapat memberikan hambatan yang cukup terhadap menghambat
kepala/otak dengan berhenti secara lebih perlahan/lembut, dibanding proses
benturan keras yang terjadi terhadap kepala/otak tanpa menggunakan helm.
Lapisan dalam yang lunak (comfort padding)
Merupakan bagian
dalam yang terdiri dari bahan lunak dan kain untuk menempatkan kepala secara pas
dan tepat pada rongga helm.
Tali
Pengikat
Bagian penting
lainnya dalam helm ada tali pengikat helm. Helm tidak akan berfungsi dengan
baik kalau tidak dilengkapi atau tidak mengikatkan tali pengikatnya.
Sumber:
·
http://bursahelmciamis.blogspot.com/p/jenis-jenis-helm-dan-tingkat-keamananya.html





Tidak ada komentar:
Posting Komentar