Nama: Tantyo Rahmat Widodo
Kelas: 2KA36
NPM: 18113794
Pengambilan
Keputusan dalam Kehidupan Masing-Masing
Kehidupan sehari-hari kita sebenarnya adalah
kehidupan yang selalu bergumul dengan keputusan. Keputusan merupakan kesimpulan
terbaik yang diperoleh setelah mengevaluasi berbagai alternatif. Di dalam arti
tersebut, terkandung unsur situasi dasar, peluang munculnya situasi dasar, dan
aktifitas pencapaian keputusan. Secara rasional kesimpulan tersirat dalam
premis-premis sehingga hanya kepentingan perumusan saja. Walaupun berbagai
literatur yang memandang keputusan sebagai proses menampilkan tersurat kata
keputusan di dalam modelnya.
Kajian tentang keputusan juga banyak berbasis metode. Basis kajian tersebut, dipandang lebih menarik daripada domain pengambilan keputusan itu sendiri. Berdasarkan kajian metode, keputusan terpecah menjadi empat, yaitu, metode keputusan rasional, metode keputusan tawar menawar, metode keputusan agregatif, dan metode keputusan keranjang sampah. Sehubungan dengan pendekatan metode berbagai aliran pun dapat sesuai untuk mengkaji keputusan. Aliran-aliran yang dimaksudkan adalah birokratik, manajemen saintifik, hubungan kemanusiaan, rasionalitas ekonomi, kepuasan dan analisis sistem.
Kajian tentang keputusan juga banyak berbasis metode. Basis kajian tersebut, dipandang lebih menarik daripada domain pengambilan keputusan itu sendiri. Berdasarkan kajian metode, keputusan terpecah menjadi empat, yaitu, metode keputusan rasional, metode keputusan tawar menawar, metode keputusan agregatif, dan metode keputusan keranjang sampah. Sehubungan dengan pendekatan metode berbagai aliran pun dapat sesuai untuk mengkaji keputusan. Aliran-aliran yang dimaksudkan adalah birokratik, manajemen saintifik, hubungan kemanusiaan, rasionalitas ekonomi, kepuasan dan analisis sistem.
1.Definisi Pengambilan Keputusan
Menurut Siagian (dalam Hasan, 2002:10) pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.
Atmosudirjo (1982: 97) mengatakan, pengambilan keputusan selalu bersifat memilih diantara berbagai alternatif untuk menyelesaikan masalah.
Sedangkan menurut James pengambilan keputusan (dalam Hasan, 2002:10) adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah.
2.Dasar-dasar pengambilan keputusan
Dasar-dasar yang digunakan dalam pengambilan keputusan bermacam-macam tergantung permasalahannya. Oleh Terry (dalam Hasan, 2002:12), dasar-dasar pengambilan keputusan yang berlaku adalah sebagai berikut:
1. Intuisi
2. Pengalaman
3.
Fakta
4. Wewenang
3.Teori-teori
Pengambilan Keputusan
1) Teori Rasional Komprehensif
Teori pengambilan keputusan yang paling dikenal dan mungkin pula yang banyak diterima oleh kalangan luas ialah teori rasional komprehensif. Unsur-unsur utama dari teori ini dapat dikemukakan sebagai berikut :
Teori pengambilan keputusan yang paling dikenal dan mungkin pula yang banyak diterima oleh kalangan luas ialah teori rasional komprehensif. Unsur-unsur utama dari teori ini dapat dikemukakan sebagai berikut :
1. Pembuat keputusan dihadapkan pada suatu masalah tertentu yang dapat dibedakan dari masalah-masalah lain atau setidaknya dinilai sebagai masalah-masalah yang dapat diperbandingkan satu sama lain.
2. Tujuan-tujuan, nilai-nilai, atau sasaran yang mempedomani pembuat keputusan amat jelas dan dapat ditetapkan rangkingnya sesuai dengan urutan kepentingannya
3. Berbagai altenatif untuk memecahkan masalah tersebut diteliti secara saksama.
4. Akibat-akibat (biaya dan manfaat) yang ditmbulkan oleh setiap alternatif yang dipilih diteliti.
5. Setiap alternatif dan masing-masing akibat yang menyertainya, dapat diperbandingkan dengan alternatif-altenatif lainnya.
6. Pembuat keputusan akan memilih alternatif’ dan akibat-akibatnya’ yang dapat memaksimasi tercapainya tujuan, nilai atau Sasaran yang telah digariskan.
2) Teori Inkremental
Teori inkremental dalam pengambilan keputusan mencerminkan suatu teori pengambilan keputusan yang menghindari banyak masalah yang harus dipertimbangkan (seperti daram teori rasional komprehensif) dan, pada saat yang sama, merupakan teori yang lebih banyak menggambarkan cara yang ditempuh oleh pejabat-pejabat pemerintah dalam mengambil kepurusan sehari-hari.
Teori inkremental dalam pengambilan keputusan mencerminkan suatu teori pengambilan keputusan yang menghindari banyak masalah yang harus dipertimbangkan (seperti daram teori rasional komprehensif) dan, pada saat yang sama, merupakan teori yang lebih banyak menggambarkan cara yang ditempuh oleh pejabat-pejabat pemerintah dalam mengambil kepurusan sehari-hari.
3) Teori Pengamatan Terpadu (Mixed Scanning
Theory)
4.Tahap-tahap dalam pengambilan keputusan
Memilih dan mengambil keputusan merupakan dua tindakan yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Dalam sepanjang hidupnya manusia selalu diperhadapkan pada pilihan-pilihan atau alternatif dan pengambilan keputusan (Simatupang, 1986 dalam Kuntadi, 2004: 13).Tahapan individu dalam pengambilan keputusan melewati beberapa tahapan, antara lain:
1.Situasi atau kondisi
2.Tindakan
Menurut Charles O. Jones, sedikitnya ada 4
(empat) golongan atau tipe aktor (pelaku) yang terlibat, yakni : golongan
rasionalis, golongan teknisi, golongan inkrementalis, dan golongan reformis.
Sungguhpun demikian, patut hendaknya diingat bahwa pada kesempatan tertentu dan
untuk suatu jenis isu tertentu kemungkinan hanya satu atau dua golongan aktor
tertentu yang berpengaruh dan aktif terlibat. Peran yang dimainkan oleh keempat
golongan aktor tersebut dalam proses kebijaksanaan, nilai-nilai dan tujuan yang
mereka kejar serta gaya kerja mereka berbeda satu sama lain. Uraian berikut
akan menguraikan bagaimana perilaku masing-masing golongan aktor tersebut dalam
proses kebijaksanaan.
a. Golongan Rasionalis.
Ciri-ciri utama dari kebanyakan golongan
aktor rasionalis ialah bahwa dalam melakukan pilihan altematif kebijaksanaan
mereka selalu menempuh metode dan langkah-langkah berikut :
1) Mengidentifikasikan masalah;
2) Merumuskan tujuan dan menysunnya dalam jenjang tertentu;
3) Mengidentifikasikan semua altematif kebijaksanaan;
4) Meramalkan atau memprediksi akibat-akibat dari tiap altematif;
5) Membandingkan akibat-akibat tersebut dengan selalu mengacu pada tujuan;
6) Memilih alternatif terbaik.
1) Mengidentifikasikan masalah;
2) Merumuskan tujuan dan menysunnya dalam jenjang tertentu;
3) Mengidentifikasikan semua altematif kebijaksanaan;
4) Meramalkan atau memprediksi akibat-akibat dari tiap altematif;
5) Membandingkan akibat-akibat tersebut dengan selalu mengacu pada tujuan;
6) Memilih alternatif terbaik.
b.
Golongan Teknisi.
c.
Golongan inkrementalis.
d. Golongan Reformis (Pembaharu).
5.Aspek-aspek dalam pengambilan
keputusan
Irving & Mann ,1979 (dalam Hasan, 2002: 20-21) membagi pengambilan keputusan di dalam 3 hal, yaitu pertama kemampuan menghadapi tantangan yaitu kemampuan untuk menghadapi suatu yang mengganggu atau menarik perhatian untuk mencapai situasi yang ingin dicapai, kedua adalah kemampuan mempertimbangkan beberapa alternatif dan yang terakhir adalah kemampuan menerima resiko dan melaksanakan keputusan yang diambil.
Siagian (1991 dalam Kuntadi, 2004: 15) menyatakan bahwa ada aspek-aspek tertentu bersifat internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Adapun aspek internal tersebut antara lain :
a. Pengetahuan
b.
Aspek kepribadian
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar