Nama: Tantyo Rahmat Widodo
Kelas: 1KA28
NPM: 18113794
MANUSIA
DAN CINTA KASIH
A.CINTA KASIH
1.
Arti Cinta Kasih
Cinta
kasih bersumber pada ungkapan perasaan yang didukung oleh unsur karsa, yang
dapat berupa tingkah laku dan pertimbangan dengan akal yang menimbulkan
tanggung jawab. Dalam cinta kasih tersimpul pula rasa kasih sayang dan
kemesraan. Belas kasihan dan pengabdian. Cinta kasih yang disertai dengan
tanggung jawab menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kedamaian antara
sesama manusia, antara manusia dengan lingkungan, dan antara manusia dengan
Tuhan.
Cinta
kasih adalah perasaan kasih sayang, kemesraan, belas kasihan dan pengabdian
yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab
artinya akibat yang baik, positif, berguna, saling menguntungkan, menciptakan
keserasian, keseimbangan, dan kebahagiaan.
2.
Macam Cinta Kasih
Beberapa
macam cinta kasih, antara lain:
·
Cinta kasih antara pria dan wanita.
Seseorang pria menaruh perhatian terhadap seorang gadis dengan perilaku baik,
lemah lembut, sopan, apalagi memberikan seuntai mawar merah, berarti ia menaruh
cinta kasih terhadap gadis itu.
·
Cinta kasih antar orang tua dan anak.
Orang tua yang memperhatikan dan memenuhi kebutuhan anaknya, berarti mempunyai
rasa cinta kasih terhadap anak. Mereka selalu mengharapkan agar anaknya menjadi
orang baik dan berguna dikemudian hari.
·
Cinta kasih antara manusia dan Tuhan.
Apabila seorang taat beribadah, menurut perintah Tuhan, dan menjauhi
larangannya, orang itu mempunyai cinta kasih kepada Tuhan penciptanya.
·
Cinta kasih antara sesama manusia.
Apabila seorang sahabat berkunjung ke rumah kawannya yang sedang sakit dan
membawa obat kepadanya berarti bahwa sahabat itu menaruh cinta kasih terhadap
kawannya yang sakit.
Berbagai
contoh perilaku manusia yang melukiskan cinta kasih sebagai kebutuhan kodrati
manusia.
Contoh:
a)Cinta kasih antara orang tua dengan anaknya
b)Cinta kasih antara pria dan wanita.
c)Cinta kasih antara sesama manusia.
d)Cinta kasih antara manusia dan Tuhan.
e)Cinta kasih manusia terhadap lingkungannya.
3.Ungkapan
Cinta Kasih
Cinta
kasih adalah ungkapan perasaan yang diwujudkan dengan tingkah laku, seperti
dengan kata-kata, tulisan, gerak, atau media lainnya. Ungkapan dengan kata-kata
atau pernyataan, misalnya ungkapan. Aku cinta padamu. Ungkapan dengan tulisan,
misalnya surat cinta, surat ibu kepada putrinya. Ungkapan dengan gerak,
misalnya salaman, pelukan ,ciuman dan rangkulan. Ungkapan dengan media,
misalnya setangkai bunga, benda suvenir dan benda kado. Ungkapan-ungkapan ini
selain dalam bentuk nyata, jyga dalam bentuk karya budaya. Misalnya seni suara,
seni sastra, seni drama, film, dan seni lukis.
Oran
yang mempunyai perasaan cinta kasih, hidupnya penuh gairah, banyak inisiatif,
dan penuh kreaif. Bagi seniman perilaku cinta kasih dituangkan dalam bentuk
karya budaya sehingga dapat dinikmati pula oleh masyarakat. Dengan demikian,
masyarakat dapat memetik nilai-nilai kemanusiaan yang terungkap melalui karya
budaya itu.
B. HAKIKAT CINTA MENURUT ISLAM
Cinta
merupakan hal yang mendasar dalam hidup ini, terkadang cinta membawa bahagia
bagi manusia, dan dapat pula berubah menjadi prahara. Cinta adalah instrumen
untuk mencapai tujuan, pada dasarnya cinta adalah netral, tetapi terpulang
siapakah yang mengemudi cinta itu sendiri, jiwa nafsu syahwat yang mendominasi
maka wajarlah cinta itu akan berakhir dengan kebinasaan, tetapi ketika cinta
yang bertaburan dengan bunga iman kepada Allah maka cinta adalah pengikat
antara manusia dengan tuhannya, sehingga akan menjadikan dia ikhlas beribadah.
1.Cinta
Terhadap Sang Pencipta (hablun min Allah)
Sebagai
menifestasi dari kesadaran sebagai makhluk Allh, manusia berusaha untuk selalu
mengadakan hubungan baik dengan Allah, berupa hubungan ibadah dengannya. Dalam
sistem ritus ini, seseorang pemeluk agama merasa yakin bahwa dengan selalu
mengadakan hubungan baik dengan Tuhan, maka hidupnya akan baik. Dengan kata
lain,bahagia tidaknya hidup seseorang adalah tergantung kepada hubungan baik
tidaknya terhadap Allah.
Cinta
kepada Allah adalah cinta makhluk atau hamba kepada Khlik (Penciptanya), dengan
jalan mengakui tanpa ragu akan kebesarannya, dan mematuhi secara konsekuen
segala titahnya. Apa yang diperintahkannya dilaksanakan, dan apa-apa yang
dilarangnya dihindari. Cinta terhadap Allah ini tidak bisa dari yang disebut
sebagai akhlak, keimanan, dan tauhid.
2.
Cinta Terhadap Sesama Manusia (hablun min annas)
Dalam
ajaran islam, cinta terhadap sesama manusia tidak bisa lepas dari rasa cintanya
terhadap penciptanya. Karena dalam ajaran Islam, cinta terhadap Tuhan yaitu
terhadap Allah SWT, juga berarti cinta terhadap sesama manusia sebagai
ciptaannya. Karena haln ini berkaitan dengan yang namanya akhlak.
Pada
prinsipnya, cinta terhadap sesama manusia adalah dengan tolong-menolong, kenal
mengenal (saling mengenal) dan keserasian. Menurut pandangan islam, rasa cinta
terhadap sesama manusia bisa diwujudkan, salah satunya dengan keadilan dan
persamaan derajat di antara manusia.
3.Cinta
adalah ibadah
Cinta
merupakan salah satu dari ibadah hati yang memiliki kedudukan tinggi dalam
agama sebagaimana ibadah-ibadah beriman yang lain.
“Tetapi
Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam
hatimu.” (Al-Hujurat:7)
“Dan
orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)
“Maka
Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun
mencintainya.”(Al-Maidah: 54) adalah hadits Anas yang telah adapun dalil dari
hadits Rasulullah disebut di atas yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan
Al-Imam Muslim: “Hendaklah Allah dan Rasulnya lebih dia cintai daripada selain
keduanya.
4.Cinta
kepada lawan jenis
Islam
yang sempurna telah mengatur hubungan dengan lawan jenis. Hubungan ini telah
diatur dalam syariat suci yaitu pernikahan. Pernikahan yang benar dalam Islam
juga bukanlah yang diawali dengan pacaran, tapi dengan mengenal karakter calon
pasangan tanpa melanggar syariat. Melalui pernikahan inilah akan dirasakan
percintaan yang hakiki dan berbeda dengan pacaran yang cintanya hanya cinta
bualan.
Dari
Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami tidak
pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal
pernikahan.” (HR. Ibnu Majah no.1920. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani).
5.Cinta
Kepada Rasul
Mencintai
dan mengagungkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam yang sebenarnya
adalah dengan meneladani petunjuk dan sunnah beliau shallahu ‘alaihi wassalam,
dengan berusaha mempelajari dan mengamalkannya dengan baik.
C. KASIH SAYANG
Kasih
sayang adalah satu istilah yang konotatif, dan tidak denotatif. Akan tetapi ia
tidak akan muncul dan berkembang tanpa adanya kehendak sesuatu pihak yang
memberikannya. Sebelum kita memberi kasih sayang kepada orang lain, sayangilah
diri anda sendiri terlebih dahulu dengan mencerminkan akhlak dan moral yang
baik. Kasih sayang ini sadar atau tidak, menuntut tanggung jawab, pengorbanan,
kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka masing-masing
pihak sehingga antar keduannya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Contoh:
Orang tua memberi pengertian kepada anaknya.
D.KEMESRAAN
Kemesraan
berasal dari kata dasar ‘mesra’, yang artinya perasaan simpati yang akrab.
Kemesraan adalah hubungan akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk
asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan merupakan perwujudan kasih
sayang yang telah mendalam. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra
atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat
menimbulkan daya kreativitas manusia. Kemesraan dapat menciptakan berbagai
bentuk seni sesuai dengan kemampuan bakatnya.
Contoh:
Kebersamaan dalam keluarga
E.PEMUJAAN
Pemujaan
dimulai sejak manusia dilahirkan dengan akal yang dimilikinya. Manusia telah
berpikir kritis tentang alam dan kejadiannya. Hal ini dapat diwujudkan dengan
mengagumi dan bersyukur kepada Sang Pencipta. Dalam mencari bentuk-bentuk
pemujaan dapat berupa ibadah sebagai media komunikasi antara manusia dengan
Tuhan, membangun tempat ibadah yang sebaik-baiknya, mencipta lagu, puisi, novel,
film, dan sebagainya yang bertema mencintai Sang Pencipta. Contoh:
Pergelaran doa bersama
F.BELAS KASIHAN
Belas
kasihan, welas asih,atau kepedulian adalah emosi manusia yang muncul akibat
penderitaan orang lain. Lebih kuat daripada empati, perasaan ini biasanya
memunculkan usaha mengurangi penderitaan orang lain. Contoh:Menolong
orang yang kesusahan, menolong orang yang sedang kecelakaan, dll
G.CINTA KASIH EROTIS
Cinta
kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan
seseorang lainnya, cinta kasih erotis bersifat ekslusif, bukan universal,
pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali di campurbaurkan dengan pengalaman
yang dapat di eksplosif berupa jatuh cinta. Tetapi seperti yang telah dikatakan
terlebih dahulu, pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada
hakikatnya hanya sementara.
SUMBER
TULISAN:
·
dc348.4shared.com
·
penjajailmu.blogspot.com/2013/02/hakikatcinta-cinta-menurut-islam.html
·
agaiueo.tumblr.com/post/34023978227/pengertian-cinta-kasih-cinta-dan-kasih-adalah
·
id.wikipedia.org
·
ade-firdiyantoro.blogspot.com/2011/05/pengertian-keindahan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar