Nama: Tantyo Rahmat Widodo
Kelas: 1KA28
NPM: 18113794
MANUSIA
DAN KEINDAHAN
A.KEINDAHAN
Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang,
hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi
kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia,
keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar
atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi,
psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah
sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan
dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.Contoh: Pengunungan
yang sejuk,pantai
B.NILAI ESTETIKA
Estetika adalah salah satu cabang filsafat. Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa
merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi
yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian
terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan
filosofi seni.
Contoh:
Tarian-tarian jawa,pakaian adat jawa,dll
C.KONTEMPLASI DAN EKSTANSI
Kontemplasi adalah dasar alam diri manusia
untuk menciptakan sesuatu yang indah.
Contoh: Mengadakan renungan pagi
Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia
untuk menyatakan, merasakan, dan menukmati sesuatu yang indah.
D.RENUNGAN
Merenung
adalah aktifitas berfikir mendalam (deep thinkings) yang sungguh berbeda dengan
termenung. Merenung adalah secara diam-diam
memikirkan sesuatu hal kejadian yang mendalam. Sedangkan termenung adalah gambaran tentang kondisi hanyutan sebuah
pikiran, tentu saja ia kehilangan ofektivitasnya karena memang sedang out of
control.
Termenung bias dikatakan meratapi hidup, orang termenung pasti melakukan dialog dengan diri sendiri. Berarti hal ini banyak menguraikan masalah dari termenung, orang berbicara dengan nurani dan akalnya menyamakan persepsi antara hati dan otak.
Renungan berasal dari kata renung artinya memikirkan sesuatu jadi
Renungan adalah pembicaraan diri kita sendiri atau pembicaraan dalam hati kita tentang suatu hal.
Termenung bias dikatakan meratapi hidup, orang termenung pasti melakukan dialog dengan diri sendiri. Berarti hal ini banyak menguraikan masalah dari termenung, orang berbicara dengan nurani dan akalnya menyamakan persepsi antara hati dan otak.
Renungan berasal dari kata renung artinya memikirkan sesuatu jadi
Renungan adalah pembicaraan diri kita sendiri atau pembicaraan dalam hati kita tentang suatu hal.
Teori Renungan
1.Teori
Pengungkapan
Dalil dari teori ini ialah bahwa "Art is an expression of human feeling" (Seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris.
2.Teori Metafisik
Merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda di sekelilingnya dan sampai pada makna yang dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya.
3.Teori Psikologis
Salah satunya ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Seni merupakan semacam permainan y menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan.
Dalil dari teori ini ialah bahwa "Art is an expression of human feeling" (Seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris.
2.Teori Metafisik
Merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda di sekelilingnya dan sampai pada makna yang dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya.
3.Teori Psikologis
Salah satunya ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Seni merupakan semacam permainan y menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan.
Contoh: Seorang siswa menyelesaikan semester 3
hitungan minggu semester 3 terlewati dan akan memasuki semester 4 yang artinya
tinggal 2 semester lagi ,selesai pendidikan itu
E.KESERASIAN
Keserasian adalah
kemampuan menata sesuatu yang dapat dinikmati orang lain karena indah.
Keserasian itu dikatakan indah karena cocok, sesuai, pantas, serta keterpaduan
beberapa kualitas.
The Liang Gie dalam bukunya garis besar estetika menjelaskan, bahwa dalam mencipta seni ada dua teori yakni obyektif dan subyektif
Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani kuno dulu
diahami pula dalam arti yang lebih terbatas, yakni secara kualitatif yang diungkapkan
dengan angka-angka.
Contohnya : kemampuan menata dekorasi dalam rumah, rias pengantin, cara berpakaian, ataupun taman dengan aneka warna bunga.
TEORI
OBYEKTIF DAN TEORI SUBYEKTIF
The Liang Gie dalam bukunya garis besar estetika menjelaskan, bahwa dalam mencipta seni ada dua teori yakni obyektif dan subyektif
Salah
satu persoalaan pokok dari teori keindahan adalah mengenai sifat dasar dan
keindahan. Apakah keindahan merupakan sesuatu yang ada pada benda indah atau
hanya terdapat dalam alam pikiran orang yang mengamati benda tersebut. Dari
persoalan-persoalan tersebut lahirlah dua kelompok teori obyektif dan
subyektif.
Teori obyektif berpendapat, bahwa keindahan atau
ciri-ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat (kualita) yang memang telah
melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang
mengamatinya.
Teori subyektif, menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan
keindahan suatu benda itu tidak ada, yang
ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati suatu benda.
TEORI
PERIMBANGAN
Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani kuno dulu
diahami pula dalam arti yang lebih terbatas, yakni secara kualitatif yang diungkapkan
dengan angka-angka.
Teori
perimbangan berlaku dari abad ke-5 sebelum masehi sampai abad ke-17
masehi selama 22 abad. Teori tersebut runtuh karena desekan dari filsafat empirisme
dan aliran-aliran termasuk dalam seni. Bagi mereka keindahan hanyalah kesan subyektif
sifatnya. Keindahan hanya ada pada pikiran orang yang menerangkannya dan setiap
pikiran melihat suatu keindahan yang berbeda-beda. Para seniman romantik umumnya
berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dari tidak adanya keteraturan,
yakni tersusun dari daya hidup, penggambaran, pelimpahan, dan pengungkapan
perasaan. Karena itu tidak mungkin disusun teori umum tentang keindahan.
masehi selama 22 abad. Teori tersebut runtuh karena desekan dari filsafat empirisme
dan aliran-aliran termasuk dalam seni. Bagi mereka keindahan hanyalah kesan subyektif
sifatnya. Keindahan hanya ada pada pikiran orang yang menerangkannya dan setiap
pikiran melihat suatu keindahan yang berbeda-beda. Para seniman romantik umumnya
berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dari tidak adanya keteraturan,
yakni tersusun dari daya hidup, penggambaran, pelimpahan, dan pengungkapan
perasaan. Karena itu tidak mungkin disusun teori umum tentang keindahan.
Contohnya : kemampuan menata dekorasi dalam rumah, rias pengantin, cara berpakaian, ataupun taman dengan aneka warna bunga.
SUMBER
TULISAN:
·
dc348.4shared.com
·
penjajailmu.blogspot.com/2013/02/hakikatcinta-cinta-menurut-islam.html
·
agaiueo.tumblr.com/post/34023978227/pengertian-cinta-kasih-cinta-dan-kasih-adalah
·
id.wikipedia.org
·
ade-firdiyantoro.blogspot.com/2011/05/pengertian-keindahan.html
http://muhamadganifharuman.blogspot.com/2012/03/teori-renungan.html
http://fahmiakbar354.wordpress.com/2013/04/04/keserasian/
http://muhamadganifharuman.blogspot.com/2012/03/teori-renungan.html
http://fahmiakbar354.wordpress.com/2013/04/04/keserasian/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar