Review
Kepemimpinan Partisipatif
Judul:
Kepemimpinan Partisipasi
Jurnal:
Kepemimpinan Partisipatif
Volume
& Halaman: Nomor 1 Vol. 1 Hal. 20-37
Bulan,Tahun:
April 2012
Penerbit:
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Reviewer:
Tantyo Rahmat W.,Giri S.,Novan,Raka,Rafdi
Tanggal:
7 Oktober 2014
A.Latar Belakang
Dalam
kehidupan sehari-hari istilah pemimpin dan kepemimpinan selalu menjadi pusat
perhatian, baik dikalangan Perguruan Tinggi, dan Pejabat Pemerintah. Bagi
masyarakat umum kata kepemimpinan menyiratkan arti seseorang yang menjadi
diktator karena dialah membuat semua keputusan dan melaksanakan pekerjaan
kepemimpnan. Hal ini dikarenakan oleh sang pemimpin tidak dapat memanfaatkan
potensinya sebagai seorang pemimpin sehingga dia disebut sebagai diktator.
B.Masalah
Kepemimpinan
merupakan cabang kelompok ilmu adminstrasi dalam kehidupan organisasi, sekolah,
masyarakat , dan lain-lain.
C.Metodologi
Metodologi
yang digunakan adalah deskriptif.
D.Landasan Teori
Menyadari
pentingnya masalah kepemimpinan bagi kehidupan manusia, Thoha(1983 : 5)
berpendapat bahwa: “Dunia atau umat manusia di dunia ini pada hakekatnya
ditentukan oleh beberapa orang saja, yakni yang berstatus sebagai pemimipin”.
Pendapat senada dikemukakan juga oleh Pamudji (1995 :1 ) yang menyatakan bahwa
: “Sejarah suatu bangsa dan negara pada dasarnya berkisar pada sejarah
pemimpinnya”. Lebih lanjut Pamudji menyatakan bahwa, “Kepemimpinan berasal dari
kata dasar pemimpin yang artinya bimbing atau tuntun. Dari kata pimpin lahirlah
kata kerja memimpin yang artinya membimbing atau menuntun dan kata benda
pemimpin yaitu orang yang berfungsi memimpin, atau orang yang membimbing.”.
E.Kesimpulan
Kepemimpinan
ialah kebolehan mempengaruhi pengikut dan melibatkan penggunaan kuasa oleh
pemimpin dan penerimaan pengikut. Kebolehan mempengaruhi pengikut berhubung
kait dengan memenuhi keinginan kepuasan pengikut (Daft,2004).
Kewibawaan
yang dimiliki akan membantu seseorang pemimpin itu dalam memimpin keluarga,
masyarakat, dan negara dengan lebih berkesan dan sempurna. Sebagaimana yang
telah ditegaskan, kewibawaan merupakan satu asas penting yang membolehkan
seseorang pemimpin mewujudkan suasana kerja yang kondusif serta memupuk
motivasi ahli-ahli organisasi dalam melaksanakan amanah yang diberikan.
Kepemimpinan partisipasi berlaku bagi setiap pemimpin yang mau secara sadar
turut mengambil bagian dalam suatu tahap atau lebih dari suatu proses untuk
kesejahteraan anggotanya.
F. Kelebihan dan Kelemahan
Kelebihan: Materi
pada jurnal tersebut lebih lengkap dan padat
Kelemahan: Karena
materinya padat maka jurnal tersebut kurang dipahami
Sumber:
2. Sil Maria Ungirwalu
Review
Jurnal Motivasi
Judul:
Pengaruh Motivasi Diri Terhadap Kinerja Belajar Mahasiswa
Jurnal:
Jurnal Motivasi
Reviewer:
Tantyo Rahmat W., Giri S.,Novan,Raka,Rafdi
A.Latar Belakang
Maler
(1965), mendefinisikan kinerja sebagai keberhasilan seseorang dalam
melaksanakan suatu pekerjaan. Lawler dan Porter (1976), mendefinisikan kinerja
sebagai succesful achievement yang diperoleh seseorang dari pekerjaannya.Sedangkan
tingkat kinerja seseorang merupakan ukuran sejauh mana keberhasilan orang itu
dalam melakukan tugasnya (As’ad,1984).
B.Tujuan
· Untuk mengetahui
motivasi yang mendorong mahasiswa untuk belajar
· Untuk mengetahui ada
tidaknya perbedaan antara motivasi mahasiswa laki-laki dan perempuan
C.Metodologi
Metode
dasar penelitian ini menggunakan kerangka berpikir Vroomian (1961).
D.Tinjauan Pustaka
Motivasi
adalah suatu variabel yang ikut campur tangan yang digunakan untuk menimbulkan faktor-faktor
tertentu di dalam organisme, yang membangkitkan, mengelola, mempertahankan, dan
menyalurkan tingkah laku menuju satu sasaran (J.P. Chaplin, 2001).
E.Teori
Memurut
terori David McClelland(1966) bahwa kekuasaan, afiliasi dan prestasi adalah motivasi
yang kuat pada setiap individu. McClelland mengajukan teori yang berkaitan
dengan konsep belajar,karena kebutuhan ini dipelajari.
F.Hasil
1.
Deskripsi
Deskripsi
tentang motivasi mahasiswa Universitas Paramadina hasil deskripsi dapat dilihat
pada gambar 2. Dari gambar dapat dilihat variabel need of achievement ialah
variabel motivasi yang paling besar pada motivasi mahasiswa paramadina dengan
nilai mean 5.3351 lebih besar dibandingkan dengan variabel need of affiliation
dengan nilai 5.0697. Hal yang dapat dilihat dari deskripsi ini adalah bahwa
sebagian besar mahasiswa mempunyai need of achievement yang tinggi.
G.Kesimpulan
Dari
hasil penelitian ini dapat diberikan saran-saran bagi peneliti tertarik untuk
meneliti dan mengembangkan penelitian ini lebih lanjut dapat menggunakan
variabel yang lebih lengkap dan menambahkan variabel diluar variabel yang ada
pada penelitian ini, hal ini berdasarkan nilai total variance explained yang
hanya sebesar 37.542% dan nilai koefisien determinasi sebesar 4%.
Sumber:
·
UNIVERSITAS
PARAMADINA,JAKARTA
Review
Jurnal Komunikasi
Judul:
Kajian Wireless Intrusion Detection System (WIDS) Terhadap Keamanan Jaringan
Jurnal:
Jurnal Penelitian Komunikasi, Informatika dan Media Massa
Volume
& Halaman: Volume 15 Hal. 1-8
Bulan,
tahun: April 2012
Penerbit: Balai
Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika - Makassar
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI
Reviewer:
Tantyo Rahmat W., Giri S.,Novan,Raka,Rafdi
Tanggal:
8 Oktober 2014
A. Latar Belakang
Teknologi
wireless (tanpa kabel/nirkabel) saat ini berkembang sangat pesat terutama
dengan hadirnya perangkat teknologi informasi dan komunikasi. Komputer,
Notebook, PDA , telepon seluler (handphone) dan periperalnya mendominasi
pemakaian teknologi wireless. Penggunaan teknologi wireless yang
diimplementasikan dalam suatu jaringan lokal yang disebut WLAN( Wireles Local
Area Network). Namun yang terus berkembang sehingga terdapat yang mendampingi
WLAN seperti WMAN (Metropolitan), WWAN (Wide), dan WPAN (Personal/Private).
Dengan adanya teknologi wireless dapat melakukan komunikasi data dan suara yang
menggunakan gelombang frekuensi tinggi
sehingga komputer saling terhubung tanpa kabel. Kecepatannya frekuensi 2.4 GHz
(utk 802.11b) atau 5GHz (utk 802.11a). Kecepatan maksimumnya 11MBps (utk
802.11b) dan 54MBps (utk 802.11a).
B.Macam-macam aspek
Beberapa
aspek yang mempengaruhi sistem keamanan jaringan nirkabel antara lain
(Supriyanto, 2006):
a) Perangkat
pengakses informasi yang menggunakan sistem wireless biasanya berukuran kecil
sehingga mudah dicuri, seperti Notebook, PDA, Handphone, Palm dan sejenisnya
sangat mudah dicuri.
b)
Penyandapan pada jalur komunikasi (Man-in the-Middle Attack) dapat dilakukan
lebih mudah karena tidak perlu mencari jalur kabel untuk melakukan hubungan.
c)
Perangkat wireless yang kecil membatasi kemampuan perangkat dari sisi CPU,RAM,
kecepatan komunikasi, catu daya.
d)
Adanya batasan jangkauan radio dan interferensi menyebabkan ketersediaan sevis
menjadi terbatas. DoS attack dapat dilakukan dengan menginjeksikan trafik
palsu.
C.Ancaman lain pada jaringan
Ancaman
lain yang dihadapi jaringan nirkabel adalah spoofing, sebuah perangkat radio
dapat mengubah identifikasi jaringan dengan perangkat jaringan yang lain.
Serangan spoofing sangat mudah, sebagai contoh jaringn 802.11, perangkat dapat
mengubah Media Access Control (MAC) dengan perintah ifconfig.
Yang
kedua adalah dari denial-of-service sejumlah serangan, mulai dari
denial-of-service attack session hijacking serangan terhadap daftar kontrol
akses yang difasilitasi oleh spoofing (Long,dkk,2010).
Serangan
Denial of Service sebagaian besar terjadi melalui internet. Salah satu jaringan
yang rentan terhadap serangan tersebut adalah wireless ad-hoc. Kurangnya pusat
monitoring, manajemen poin, dan kekurangan dalam hal sistem pertahanan yang
jelas. Dalam mengatasi kerentanan jaringan nirkabel tersebut, maka diterapkan
sebuah metode Wireless Intrusion
Detection System (WIDS) (Boob dkk,2010).
Beberapa
kekurangan dan kelemahan telah dimunculkan. Karena garis pertahanan pertama
pada jaringan nirkabel tidak cukup untuk memenuhi keamanan di masa akan datang.
WIDS akan berdampingan dengan protokol keamanan membantu meningkatkan keamanan
total (Tsakountakis dkk, 2007). Wireless
Intrusion Detection System (WIDS) adalah sebuah perangkat lunak atau keras
alat yang mendeteksi akses tidak sah dari sistem komputer atau jaringan.
D.Macam-macam jaringan komputer
Menurut
jangkauannya, jaringan komputer dibagi menjadi 3 (Derris,2003):
1.Local
Area Network (LAN)
LAN
merupakan jaringan komputer yang saling terhubung ke suatu komputer server
dengan menggunakan topologi tertentu. Jaraknya 1 km.
2.
Metropolitan Area Network (MAN)
MAN
merupakan jaringan komputer yang terhubung dalam satu kota atau sekitar lebih
dari 1 km.
3.
Wide Area Network (WAN)
WAN merupakan jaringan komputer yang
menghubungkan banyak LAN ke dalam suatu jaringan terpadu.Jaraknya ribuan
kilometer.
E.Arsitektur Jaringan
Pada
model referensi OSI terdapat 7 buah lapisan yang setiap lapisnya
mengilustrasikan fungsi-fungsi jaringan. Pembagian fungsi-fungsi jaringan ini
antara lain (Stallings,2000):
1.Lapisan
ke-7: Application
2.Lapisan
ke-6: Presentation
3.Lapisan
ke-5: Session
4.Lapisan
ke-4: Transport
5.Lapisan
ke-3: Network
6.Lapisan
ke-2: Data Link
7.Lapisan
ke-1: Physical
F.Jaringan lan Nirkabel (WLAN)
WLAN
menggunakan 2 macam teknik modulasi, yaitu Orthogonal Frequency Division
Multiplexing (OFDM).
G.Masalah Keamanan Jaringan
Berikut
beberapa ancaman yang umum ditemui pada jaringan nirkabel (Ariyus dan
Dony,2007):
1.MAC
Spoofing
2.ARP
Spoofing
Beberapa
pendekatan yang sering digunakan untuk mengenali serangan, antara lain:
1.Rule
Based Detection
2.Preprocessing
3.Analysis
4.Response
H.Metodologi
Metodologi
yang diujikan adalah:
1.Simulasi
Pengujian
2.Desain
dan Konfigurasi WIDS dengan Snort
3.Monitoring
Sistem dengan Base 1.4.4
4.Skenario
Pengujian Serangan Man In The Middle Attack
I.Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan
hasil monitoring paket terhadap serangan keamanan jaringan nirkabel dengan Man
In The Middle (MITM) Attack berupa ARP Spoofing dimana WIDS dengan menggunakan
tools snort 2.8.6 mampu mendeteksi serangan tersebut. Deteksi serangan tersebut berdasarkan
pengujian serangan sebanyak 10 kali dengan durasi serangan 10-100 menit.
Hasil deteksi serangan ditampilkan pada monitoring Base 1.4.4. berupa list
jenis serangan dan waktu penyerangan dilakukan seperti yang ditunjukkan pada
gambar 6.
Di
gambar 7 ditampilkan spoofing terhadap MAC address router yang dilakukan oleh
atacker yang mana dapat terdeteksi oleh snort.
Berdasarkan
hasil pengujian terhadap serangan tersebut berhasil mendeteksi 71% untuk
pengujian 10 kali yang dapat diuraikan.
J.Kesimpulan
Hasil
pengujian yang telah dilakukan, metode WIDS mampu mendeteksi serangan MITM
berupa serangan ARP spoofin dengan performasi 71%.Metode WIDS ini mampu
meningkatkan Keamanan jaringan nirkabel terhadap serangan Denial of Service
untuk mendukung E-Gov di Indonesia berupa pendeteksian terhadap serangan MITM
Attack.
Sumber:
2. Balai Besar Pengkajian dan
Pengembangan Komunikasi dan Informatika - Makassar Kementerian Komunikasi dan
Informatika RI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar