Selasa, 14 Oktober 2014

Tugas Review Jurnal Teori Organisasi Umum 1

Review Kepemimpinan Partisipatif

Judul: Kepemimpinan Partisipasi
Jurnal: Kepemimpinan Partisipatif
Volume & Halaman: Nomor 1 Vol. 1 Hal. 20-37
Bulan,Tahun: April 2012
Penerbit: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Reviewer: Tantyo Rahmat W.,Giri S.,Novan,Raka,Rafdi
Tanggal: 7 Oktober 2014

A.Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari istilah pemimpin dan kepemimpinan selalu menjadi pusat perhatian, baik dikalangan Perguruan Tinggi, dan Pejabat Pemerintah. Bagi masyarakat umum kata kepemimpinan menyiratkan arti seseorang yang menjadi diktator karena dialah membuat semua keputusan dan melaksanakan pekerjaan kepemimpnan. Hal ini dikarenakan oleh sang pemimpin tidak dapat memanfaatkan potensinya sebagai seorang pemimpin sehingga dia disebut sebagai diktator.

B.Masalah

Kepemimpinan merupakan cabang kelompok ilmu adminstrasi dalam kehidupan organisasi, sekolah, masyarakat , dan lain-lain.

C.Metodologi

Metodologi yang digunakan adalah deskriptif.

D.Landasan Teori

Menyadari pentingnya masalah kepemimpinan bagi kehidupan manusia, Thoha(1983 : 5) berpendapat bahwa: “Dunia atau umat manusia di dunia ini pada hakekatnya ditentukan oleh beberapa orang saja, yakni yang berstatus sebagai pemimipin”. Pendapat senada dikemukakan juga oleh Pamudji (1995 :1 ) yang menyatakan bahwa : “Sejarah suatu bangsa dan negara pada dasarnya berkisar pada sejarah pemimpinnya”. Lebih lanjut Pamudji menyatakan bahwa, “Kepemimpinan berasal dari kata dasar pemimpin yang artinya bimbing atau tuntun. Dari kata pimpin lahirlah kata kerja memimpin yang artinya membimbing atau menuntun dan kata benda pemimpin yaitu orang yang berfungsi memimpin, atau orang yang membimbing.”.



E.Kesimpulan

Kepemimpinan ialah kebolehan mempengaruhi pengikut dan melibatkan penggunaan kuasa oleh pemimpin dan penerimaan pengikut. Kebolehan mempengaruhi pengikut berhubung kait dengan memenuhi keinginan kepuasan pengikut (Daft,2004).
Kewibawaan yang dimiliki akan membantu seseorang pemimpin itu dalam memimpin keluarga, masyarakat, dan negara dengan lebih berkesan dan sempurna. Sebagaimana yang telah ditegaskan, kewibawaan merupakan satu asas penting yang membolehkan seseorang pemimpin mewujudkan suasana kerja yang kondusif serta memupuk motivasi ahli-ahli organisasi dalam melaksanakan amanah yang diberikan. Kepemimpinan partisipasi berlaku bagi setiap pemimpin yang mau secara sadar turut mengambil bagian dalam suatu tahap atau lebih dari suatu proses untuk kesejahteraan anggotanya.

F. Kelebihan dan Kelemahan

Kelebihan: Materi pada jurnal tersebut lebih lengkap dan padat

Kelemahan: Karena materinya padat maka jurnal tersebut kurang dipahami


Sumber: 

2.  Sil Maria Ungirwalu




Review Jurnal Motivasi

Judul: Pengaruh Motivasi Diri Terhadap Kinerja Belajar Mahasiswa
Jurnal: Jurnal Motivasi
Reviewer: Tantyo Rahmat W.,Giri S.,Novan,Raka,Rafdi


A.Latar Belakang

Maler (1965), mendefinisikan kinerja sebagai keberhasilan seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Lawler dan Porter (1976), mendefinisikan kinerja sebagai succesful achievement yang diperoleh seseorang dari pekerjaannya.Sedangkan tingkat kinerja seseorang merupakan ukuran sejauh mana keberhasilan orang itu dalam melakukan tugasnya (As’ad,1984).

B.Tujuan

·      Untuk mengetahui motivasi yang mendorong mahasiswa untuk belajar
·      Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara motivasi mahasiswa laki-laki dan perempuan

C.Metodologi

Metode dasar penelitian ini menggunakan kerangka berpikir Vroomian (1961).

D.Tinjauan Pustaka

Motivasi adalah suatu variabel yang ikut campur tangan yang digunakan untuk menimbulkan faktor-faktor tertentu di dalam organisme, yang membangkitkan, mengelola, mempertahankan, dan menyalurkan tingkah laku menuju satu sasaran (J.P. Chaplin, 2001).

E.Teori

Memurut terori David McClelland(1966) bahwa kekuasaan, afiliasi dan prestasi adalah motivasi yang kuat pada setiap individu. McClelland mengajukan teori yang berkaitan dengan konsep belajar,karena kebutuhan ini dipelajari.

F.Hasil

1. Deskripsi

Deskripsi tentang motivasi mahasiswa Universitas Paramadina hasil deskripsi dapat dilihat pada gambar 2. Dari gambar dapat dilihat variabel need of achievement ialah variabel motivasi yang paling besar pada motivasi mahasiswa paramadina dengan nilai mean 5.3351 lebih besar dibandingkan dengan variabel need of affiliation dengan nilai 5.0697. Hal yang dapat dilihat dari deskripsi ini adalah bahwa sebagian besar mahasiswa mempunyai need of achievement yang tinggi.

G.Kesimpulan

Dari hasil penelitian ini dapat diberikan saran-saran bagi peneliti tertarik untuk meneliti dan mengembangkan penelitian ini lebih lanjut dapat menggunakan variabel yang lebih lengkap dan menambahkan variabel diluar variabel yang ada pada penelitian ini, hal ini berdasarkan nilai total variance explained yang hanya sebesar 37.542% dan nilai koefisien determinasi sebesar 4%.
Sumber:
·         UNIVERSITAS PARAMADINA,JAKARTA



Review Jurnal Komunikasi

Judul: Kajian Wireless Intrusion Detection System (WIDS) Terhadap Keamanan Jaringan
Jurnal: Jurnal Penelitian Komunikasi, Informatika dan Media Massa
Volume & Halaman: Volume 15 Hal. 1-8
Bulan, tahun: April 2012
Penerbit: Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika - Makassar Kementerian Komunikasi dan Informatika RI
Reviewer: Tantyo Rahmat W.,Giri S.,Novan,Raka,Rafdi
Tanggal: 8 Oktober 2014

A. Latar Belakang

Teknologi wireless (tanpa kabel/nirkabel) saat ini berkembang sangat pesat terutama dengan hadirnya perangkat teknologi informasi dan komunikasi. Komputer, Notebook, PDA , telepon seluler (handphone) dan periperalnya mendominasi pemakaian teknologi wireless. Penggunaan teknologi wireless yang diimplementasikan dalam suatu jaringan lokal yang disebut WLAN( Wireles Local Area Network). Namun yang terus berkembang sehingga terdapat yang mendampingi WLAN seperti WMAN (Metropolitan), WWAN (Wide), dan WPAN (Personal/Private). Dengan adanya teknologi wireless dapat melakukan komunikasi data dan suara yang menggunakan gelombang frekuensi  tinggi sehingga komputer saling terhubung tanpa kabel. Kecepatannya frekuensi 2.4 GHz (utk 802.11b) atau 5GHz (utk 802.11a). Kecepatan maksimumnya 11MBps (utk 802.11b) dan 54MBps (utk 802.11a).

B.Macam-macam aspek

Beberapa aspek yang mempengaruhi sistem keamanan jaringan nirkabel antara lain (Supriyanto, 2006):

a)  Perangkat pengakses informasi yang menggunakan sistem wireless biasanya berukuran kecil sehingga mudah dicuri, seperti Notebook, PDA, Handphone, Palm dan sejenisnya sangat mudah dicuri.
b) Penyandapan pada jalur komunikasi (Man-in the-Middle Attack) dapat dilakukan lebih mudah karena tidak perlu mencari jalur kabel untuk melakukan hubungan.

c) Perangkat wireless yang kecil membatasi kemampuan perangkat dari sisi CPU,RAM, kecepatan komunikasi, catu daya.

d) Adanya batasan jangkauan radio dan interferensi menyebabkan ketersediaan sevis menjadi terbatas. DoS attack dapat dilakukan dengan menginjeksikan trafik palsu.

C.Ancaman lain pada jaringan

Ancaman lain yang dihadapi jaringan nirkabel adalah spoofing, sebuah perangkat radio dapat mengubah identifikasi jaringan dengan perangkat jaringan yang lain. Serangan spoofing sangat mudah, sebagai contoh jaringn 802.11, perangkat dapat mengubah Media Access Control (MAC) dengan perintah ifconfig.

Yang kedua adalah dari denial-of-service sejumlah serangan, mulai dari denial-of-service attack session hijacking serangan terhadap daftar kontrol akses yang difasilitasi oleh spoofing (Long,dkk,2010).

Serangan Denial of Service sebagaian besar terjadi melalui internet. Salah satu jaringan yang rentan terhadap serangan tersebut adalah wireless ad-hoc. Kurangnya pusat monitoring, manajemen poin, dan kekurangan dalam hal sistem pertahanan yang jelas. Dalam mengatasi kerentanan jaringan nirkabel tersebut, maka diterapkan sebuah metode Wireless Intrusion Detection System (WIDS) (Boob dkk,2010).

Beberapa kekurangan dan kelemahan telah dimunculkan. Karena garis pertahanan pertama pada jaringan nirkabel tidak cukup untuk memenuhi keamanan di masa akan datang. WIDS akan berdampingan dengan protokol keamanan membantu meningkatkan keamanan total (Tsakountakis dkk, 2007). Wireless Intrusion Detection System (WIDS) adalah sebuah perangkat lunak atau keras alat yang mendeteksi akses tidak sah dari sistem komputer atau jaringan.

D.Macam-macam jaringan komputer

Menurut jangkauannya, jaringan komputer dibagi menjadi 3 (Derris,2003):

1.Local Area Network (LAN)

LAN merupakan jaringan komputer yang saling terhubung ke suatu komputer server dengan menggunakan topologi tertentu. Jaraknya 1 km.

2. Metropolitan Area Network (MAN)

MAN merupakan jaringan komputer yang terhubung dalam satu kota atau sekitar lebih dari 1 km.

3. Wide Area Network (WAN)

WAN  merupakan jaringan komputer yang menghubungkan banyak LAN ke dalam suatu jaringan terpadu.Jaraknya ribuan kilometer.

E.Arsitektur Jaringan

Pada model referensi OSI terdapat 7 buah lapisan yang setiap lapisnya mengilustrasikan fungsi-fungsi jaringan. Pembagian fungsi-fungsi jaringan ini antara lain (Stallings,2000):

1.Lapisan ke-7: Application
2.Lapisan ke-6: Presentation
3.Lapisan ke-5: Session
4.Lapisan ke-4: Transport
5.Lapisan ke-3: Network
6.Lapisan ke-2: Data Link
7.Lapisan ke-1: Physical

F.Jaringan lan Nirkabel (WLAN)

WLAN menggunakan 2 macam teknik modulasi, yaitu Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM).

G.Masalah Keamanan Jaringan

Berikut beberapa ancaman yang umum ditemui pada jaringan nirkabel (Ariyus dan Dony,2007):

1.MAC Spoofing
2.ARP Spoofing

Beberapa pendekatan yang sering digunakan untuk mengenali serangan, antara lain:

1.Rule Based Detection
2.Preprocessing
3.Analysis
4.Response

H.Metodologi

Metodologi yang diujikan adalah:

1.Simulasi Pengujian
2.Desain dan Konfigurasi WIDS dengan Snort
3.Monitoring Sistem dengan Base 1.4.4
4.Skenario Pengujian Serangan Man In The Middle Attack

I.Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan hasil monitoring paket terhadap serangan keamanan jaringan nirkabel dengan Man In The Middle (MITM) Attack berupa ARP Spoofing dimana WIDS dengan menggunakan tools snort 2.8.6 mampu mendeteksi serangan tersebut. Deteksi serangan tersebut  berdasarkan  pengujian serangan sebanyak 10 kali dengan durasi serangan 10-100 menit. Hasil deteksi serangan ditampilkan pada monitoring Base 1.4.4. berupa list jenis serangan dan waktu penyerangan dilakukan seperti yang ditunjukkan pada gambar 6.

Di gambar 7 ditampilkan spoofing terhadap MAC address router yang dilakukan oleh atacker yang mana dapat terdeteksi oleh snort.

Berdasarkan hasil pengujian terhadap serangan tersebut berhasil mendeteksi 71% untuk pengujian 10 kali yang dapat diuraikan.

J.Kesimpulan

Hasil pengujian yang telah dilakukan, metode WIDS mampu mendeteksi serangan MITM berupa serangan ARP spoofin dengan performasi 71%.Metode WIDS ini mampu meningkatkan Keamanan jaringan nirkabel terhadap serangan Denial of Service untuk mendukung E-Gov di Indonesia berupa pendeteksian terhadap serangan MITM Attack.

Sumber:

2. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika - Makassar Kementerian Komunikasi dan Informatika RI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar