Sabtu, 19 April 2014

Tugas Softskill IBD 2 Manusia dan Pandangan Hidup

Nama: Tantyo Rahmat Widodo
Kelas:1KA28
NPM: 18113794


A. MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

1. Pengertian pandangan hidup
Setiap manusia di dunia ini mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia memnentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

Pandangan hidup adalah merupakan suatu dasar landasan untuk membimbing, mengarahkan kehidupan, baik jasmani maupun rohani.
Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup masing-masing dan berbeda satu sama lain, bahkan orang mempunyai pandangan hidup yang salah menafsirkan ajaran dengan sepenggal saja; contoh seperti akhir-akhir ini banyak terorisme di mana-mana akibat ketidakpuasan anti kemapanan dan ideologi, sehingga merugikan masyarakat banyak. Mereka menganggap melakukan tindakan terorisme adalah tindakan yang benar atau berjihad di jalan Allah, padahal kalau kita perhatikan pandangan mereka keliru dan merugikan masyarakat luas. pemerintah harus memberantas dengan pembinaan mereka yang mempunyai pandangan yang keliru.

Pandanan hidup dapat dikelompokkan berdasarkan asalnya, yaitu terdiri dari 3 macam:

1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya

Pada dasarnya, pandangan hidup mempunyai unsur-unsur yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. Unsur ini merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpaksakan. Cita-cita adalah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha dan perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai adalah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal yang sehat, kemampuan jasmani, dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.Cita-cita

Cita-cita adalah keinginan harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh setiap manusia. Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang. Pada umumnya cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lam makin tinggi dengan perkataan lain: cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya.

Seseorang dapat menggapai cita-cita yang di harapkan tergantung dari faktor manusia, kondisinya, tingginya cita-cita yang ingin dicapai, untuk menggapai cita-cita tersebut di tentukan oleh manusia misalnya: usaha, kemauan yang keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain.

Cita-cita sebaiknya jangan terlalu mendetail dan fanatik karena bisa stress, gelisah dll. Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup dan bagaimanapun itu untuk dapat mencapai keberhasilan dalam kehidupan yang diinginkannya.

Faktor kondisi bisa mengubah segala keputusan kita yang dapat menghambat cita-cita kita misalnya keadaan ekonomi orang tua(ekonomi lemah) dari salah satu hambatan dalam mencapai cita-cita.

Cita-cita saya adalah menjadi programmer.

Faktor tingginya cita-cita setiap orang dalam mencapai cita-cita dapat menggantungkan cita-cita setinggi-tingginya sesuai dengan kemampuannya dan usahanya.

3. Kebajikan

Kebajikan atau kebaikan adalah perbuatan baik sesuatu yang mendatangkan (keselamatan, keuntungan, dsb). Misalnya, berbuat baik kepada sesama manusia. Pada hakikatnya, kebajikan sama dengan perbuatan moral yang sesuai dengan etika dan agama.
Berbuat kebajikan adalah kodrat manusia.Kita sebagai makhluk sosial hidup bermasyarakat saling membutuhkan, saling tolong menolong sesama, masyarakat. Sebagai makhluk Tuhan berbuat kebajikan sesama,dan menjalankan perintah Tuhan.

Sebagai pribadi harus menentukan sikap yang baik dan yang buruk, menjaga ucapan, dan tingkah laku atau perbuatan yang baik.

CONTOH: berbakti pada orang tua, menolong sesama, bertutur kata sopan, dll.

4.Usaha dan Perjuangan

Menurut kamus besar bahasa Indonesia,usaha/perjuangan artinya kegiatan dengan mengerahkan tenaga pikiran atau badan untuk mencapai sesuatu maksud, pekerjaan (perbuatan, daya upaya, ikhtiar) untuk mencapai sesuatu maksud, kerajinan belajar, pekerjaan( untuk menghasilkan sesuatu) dengan kata lain usaha/perjuangan adalah kerja kerasuntuk mewujudkan cita-cita setiap manusia.Berusaha bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya, perjuangan untuk hidup, ini sudah menjadi kodrat manusia, tanpa usaha atau perjuangan, manusia tidak dapat hidup lebih baik. Apabila manusia ingin meraih kesuksesan, manusia harus bekerja lebih keras, apabila seseorang ingin menjadi ilmuan harus berusaha,tekun, dan melakukan penelitian-penelitian.

Kerja keras dapat dilakukan dengan ilmu dan dengan tenaga, atau bisa dilakukan dengan kedua-duanya. Para ilmuan lebih banyak bekerja keras dengan ilmunya.Sedangkan para buruh petani, nelayan menggunakan tenaganya daripada ilmunya.

Usaha kita agar perjuangan terwujud yaitu, berusaha keras,tekun, giat, rajin,berlatih, secara kontinyu,teliti,rajin.Apabila perjuangan kita belum terwujud sedangkan kita sudah berusaha semaksimal mungkin, kita berdoa, bertawakal pada Tuhan.

5.Keyakinan/Kepercayaan dan Aliran Gabungan

Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan.Menurut professor ada 3 aliran filsafat, yaitu aliran naturalisme, aliran intelktualisme, dan aliran gabungan.

a.Aliran Naturalisme

            Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan. Tetapi bagi yang tidak percaya pada Tuhan, natur itulah yang tertinggi. Tuhan menciptakan alam semesta lengkap dengan hukum-hukumnya,secara mutlak dikuasai Tuhan. Manusia hanya dapat berencana tetapi Tuhan yang menentukan.

            Bagi yang percaya adanya Tuhan, Tuhan itu kekuasaan paling tertinggi sedangkan manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan. Oleh karena itu, manusia harus menjalankan perintahnya berdasarkan ajaran-ajaran tuhan, yaitu agama. Ajaran agama ada 2 macam yaitu

·         Ajaran Agama Dogmatis yang disampaikan melalui nabi-nabi yang bersifat mutlak tetap tidak berubah-ubah.
·         Ajaran agama dari pemuka-pemuka agama, sifatnya relatif (terbatas). Sifatnya dapat berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zaman.

b. Aliran intelektualisme

Dasar aliran intelektualisme adalah akal/logika. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia dapat berpikir mana yang benar menurut akal, itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan pikir, kebaikan dapat dicapai dengan kesuksesan. Dengan akal dapat diciptakan teknologi.Dengan alat bantu teknologi dapat mencapai kebajikan yang maksimal walaupun mungkin dengan adanya teknologi memberi akibat yang bertentangan dengan  hati nurani.

c.Aliran gabungan

Dengan aliran gabungan gaib dan juga logika.Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu.

6.Langkah-Langkah Berpandangan Hidup yang Baik

Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan.

Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut:

·         Mengenal
·         Mengerti
·         Menghayati
·         Meyakini
·         Mengabdi
·         Mengamankan

1.Mengenal

Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya mengenal apa itu pandangan hidup.

2.Mengerti

Tahapan kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti disini dimaksudkan mengert terhadap pandangan hidup sendiri. Bila berpandangan dengan Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila.

3.Menghayati

Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu.
Mengahayati disini diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri.

4.Meyakini

Setelah mengetahui keberadaan dan validitas, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.Adanya sikap menerima secara ikhlas ini maka ada kecenderungan untuk selalu berpedoman dalam segala tingkah laku dan tindak tanduknya selalu dipengaruhi oleh pandangan hidup yang diyakininya.

5.Mengabdi

Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain.Dampak berpandangan hidup Islam yang antara lain yaitu mengabdi kepada orang tua. Setidaknya kita menyadari bahwa kita sudah selayaknya mengabdi kepada orang tua.
Oleh karena itu seharusnya megabdi kepada orang tua kita dengan perwujudannya yang berupa perbuatan yang menyenagkan hatinya.

6.Mengamankan

Mungkin sudah merupakan sifat manusia bahwa bila sudah mengabdikan diri pada suatu pandangan hidup lalu ada orang lain yang menggangu dan atau menyalahkannya dan tentu saja tidak terima dan melakukan perlawanan.Hal ini karena merasakan bahwa dalam berpandangan hidup itu telah mengikuti langkah-langkah sebelumnya dan langkah-langkah yang ditempuhnya telah terbukti kebenarannya.
           









Sumber:
·         http://mamz.weebly.com/manusia-dan-pandangan-hidup.html
·         Buku modul



Tidak ada komentar:

Posting Komentar