Nama: Tantyo Rahmat Widodo
Kelas:1KA28
NPM: 18113794
A. MANUSIA DAN
PANDANGAN HIDUP
1. Pengertian
pandangan hidup
Setiap manusia di dunia ini mempunyai pandangan hidup.
Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia memnentukan masa depan seseorang.
Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan,
pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu
merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu
dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup adalah merupakan suatu dasar landasan
untuk membimbing, mengarahkan kehidupan, baik jasmani maupun rohani.
Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup
masing-masing dan berbeda satu sama lain, bahkan orang mempunyai pandangan
hidup yang salah menafsirkan ajaran dengan sepenggal saja; contoh seperti
akhir-akhir ini banyak terorisme di mana-mana akibat ketidakpuasan anti
kemapanan dan ideologi, sehingga merugikan masyarakat banyak. Mereka menganggap
melakukan tindakan terorisme adalah tindakan yang benar atau berjihad di jalan
Allah, padahal kalau kita perhatikan pandangan mereka keliru dan merugikan
masyarakat luas. pemerintah harus memberantas dengan pembinaan mereka yang
mempunyai pandangan yang keliru.
Pandanan hidup dapat dikelompokkan berdasarkan
asalnya, yaitu terdiri dari 3 macam:
1. Pandangan
hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
2. Pandangan
hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang
terdapat pada negara tersebut
3. Pandangan
hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya
Pada dasarnya, pandangan hidup mempunyai unsur-unsur yaitu
cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. Unsur ini merupakan satu
rangkaian kesatuan yang tidak terpaksakan. Cita-cita adalah apa yang diinginkan
yang mungkin dapat dicapai dengan usaha dan perjuangan. Tujuan yang hendak
dicapai adalah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia
makmur, bahagia, damai, tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang
dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan
akal yang sehat, kemampuan jasmani, dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.Cita-cita
Cita-cita adalah keinginan harapan, tujuan yang selalu ada dalam
pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau
diperoleh setiap manusia. Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa
depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang. Pada umumnya cita-cita
merupakan semacam garis linier yang makin lam makin tinggi dengan perkataan
lain: cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin
tinggi tingkatannya.
Seseorang dapat menggapai cita-cita yang di harapkan tergantung
dari faktor manusia, kondisinya, tingginya cita-cita yang ingin dicapai, untuk
menggapai cita-cita tersebut di tentukan oleh manusia misalnya: usaha, kemauan
yang keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain.
Cita-cita sebaiknya jangan terlalu mendetail dan fanatik karena
bisa stress, gelisah dll. Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup dan
bagaimanapun itu untuk dapat mencapai keberhasilan dalam kehidupan yang
diinginkannya.
Faktor kondisi bisa mengubah segala keputusan kita yang dapat menghambat
cita-cita kita misalnya keadaan ekonomi orang tua(ekonomi lemah) dari salah
satu hambatan dalam mencapai cita-cita.
Cita-cita saya adalah menjadi programmer.
Faktor tingginya cita-cita setiap orang dalam mencapai cita-cita dapat menggantungkan
cita-cita setinggi-tingginya sesuai dengan kemampuannya dan usahanya.
3. Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan adalah perbuatan baik sesuatu yang mendatangkan
(keselamatan, keuntungan, dsb). Misalnya, berbuat baik kepada sesama manusia.
Pada hakikatnya, kebajikan sama dengan perbuatan moral yang sesuai dengan etika
dan agama.
Berbuat kebajikan adalah kodrat manusia.Kita sebagai makhluk
sosial hidup bermasyarakat saling membutuhkan, saling tolong menolong sesama,
masyarakat. Sebagai makhluk Tuhan berbuat kebajikan sesama,dan menjalankan
perintah Tuhan.
Sebagai pribadi harus menentukan sikap yang baik dan yang buruk,
menjaga ucapan, dan tingkah laku atau perbuatan yang baik.
CONTOH: berbakti pada orang tua, menolong sesama, bertutur kata
sopan, dll.
4.Usaha dan Perjuangan
Menurut kamus besar bahasa Indonesia,usaha/perjuangan artinya
kegiatan dengan mengerahkan tenaga pikiran atau badan untuk mencapai sesuatu
maksud, pekerjaan (perbuatan, daya upaya, ikhtiar) untuk mencapai sesuatu
maksud, kerajinan belajar, pekerjaan( untuk menghasilkan sesuatu) dengan kata
lain usaha/perjuangan adalah kerja kerasuntuk mewujudkan cita-cita setiap
manusia.Berusaha bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya, perjuangan untuk
hidup, ini sudah menjadi kodrat manusia, tanpa usaha atau perjuangan, manusia tidak
dapat hidup lebih baik. Apabila manusia ingin meraih kesuksesan, manusia harus
bekerja lebih keras, apabila seseorang ingin menjadi ilmuan harus
berusaha,tekun, dan melakukan penelitian-penelitian.
Kerja keras dapat dilakukan dengan ilmu dan dengan tenaga, atau
bisa dilakukan dengan kedua-duanya. Para ilmuan lebih banyak bekerja keras
dengan ilmunya.Sedangkan para buruh petani, nelayan menggunakan tenaganya
daripada ilmunya.
Usaha kita agar perjuangan terwujud yaitu, berusaha keras,tekun,
giat, rajin,berlatih, secara kontinyu,teliti,rajin.Apabila perjuangan kita
belum terwujud sedangkan kita sudah berusaha semaksimal mungkin, kita berdoa,
bertawakal pada Tuhan.
5.Keyakinan/Kepercayaan
dan Aliran Gabungan
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal
dari akal atau kekuasaan Tuhan.Menurut professor ada 3 aliran filsafat, yaitu
aliran naturalisme, aliran intelktualisme, dan aliran gabungan.
a.Aliran Naturalisme
Hidup manusia
itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi.
Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan. Tetapi bagi yang tidak
percaya pada Tuhan, natur itulah yang tertinggi. Tuhan menciptakan alam semesta
lengkap dengan hukum-hukumnya,secara mutlak dikuasai Tuhan. Manusia hanya dapat
berencana tetapi Tuhan yang menentukan.
Bagi yang
percaya adanya Tuhan, Tuhan itu kekuasaan paling tertinggi sedangkan manusia
adalah makhluk ciptaan Tuhan. Oleh karena itu, manusia harus menjalankan
perintahnya berdasarkan ajaran-ajaran tuhan, yaitu agama. Ajaran agama ada 2
macam yaitu
·
Ajaran Agama Dogmatis yang
disampaikan melalui nabi-nabi yang bersifat mutlak tetap tidak berubah-ubah.
·
Ajaran agama dari pemuka-pemuka
agama, sifatnya relatif (terbatas). Sifatnya dapat berubah-ubah sesuai dengan
perkembangan zaman.
b. Aliran intelektualisme
Dasar aliran intelektualisme adalah akal/logika. Manusia
mengutamakan akal. Dengan akal manusia dapat berpikir mana yang benar menurut
akal, itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan hati nurani. Manusia yakin
bahwa dengan kekuatan pikir, kebaikan dapat dicapai dengan kesuksesan. Dengan
akal dapat diciptakan teknologi.Dengan alat bantu teknologi dapat mencapai
kebajikan yang maksimal walaupun mungkin dengan adanya teknologi memberi akibat
yang bertentangan dengan hati nurani.
c.Aliran gabungan
Dengan aliran gabungan gaib dan juga logika.Kekuatan gaib
artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan. Sedangkan akal adalah dasar
kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu.
6.Langkah-Langkah
Berpandangan Hidup yang Baik
Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun
bentuknya. Bagaimana kita memperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada
orang yang bersangkutan.
Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut:
·
Mengenal
·
Mengerti
·
Menghayati
·
Meyakini
·
Mengabdi
·
Mengamankan
1.Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan
tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya mengenal apa itu pandangan hidup.
2.Mengerti
Tahapan kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah
mengerti. Mengerti disini dimaksudkan mengert terhadap pandangan hidup sendiri.
Bila berpandangan dengan Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada
Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila.
3.Menghayati
Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah
menghayati pandangan hidup itu.
Mengahayati disini diibaratkan menghayati nilai-nilai yang
terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan
mengenai pandangan hidup itu sendiri.
4.Meyakini
Setelah mengetahui keberadaan dan validitas, maka hendaknya kita
meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini ini merupakan
suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai
suatu tujuan hidupnya.Adanya sikap menerima secara ikhlas ini maka ada
kecenderungan untuk selalu berpedoman dalam segala tingkah laku dan tindak
tanduknya selalu dipengaruhi oleh pandangan hidup yang diyakininya.
5.Mengabdi
Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati
dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya
lebih-lebih oleh orang lain.Dampak berpandangan hidup Islam yang antara lain
yaitu mengabdi kepada orang tua. Setidaknya kita menyadari bahwa kita sudah
selayaknya mengabdi kepada orang tua.
Oleh karena itu seharusnya megabdi kepada orang tua kita dengan
perwujudannya yang berupa perbuatan yang menyenagkan hatinya.
6.Mengamankan
Mungkin sudah merupakan sifat manusia bahwa bila sudah
mengabdikan diri pada suatu pandangan hidup lalu ada orang lain yang menggangu
dan atau menyalahkannya dan tentu saja tidak terima dan melakukan perlawanan.Hal
ini karena merasakan bahwa dalam berpandangan hidup itu telah mengikuti
langkah-langkah sebelumnya dan langkah-langkah yang ditempuhnya telah terbukti
kebenarannya.
Sumber:
·
http://mamz.weebly.com/manusia-dan-pandangan-hidup.html
·
Buku modul
Tidak ada komentar:
Posting Komentar