TUGAS
SOFTSKILL ETIKA & PROFESIONALISME TSI
Nama
: Tantyo Rahmat Widodo
Kelas
: 4KA36
NPM
: 18113794
1.
PENGERTIAN
ETIKA
1.1
Pengertian Etika
Dalam
pengertian hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat
internasional di perlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya
manusia bergaul.
Pengertian
Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”,yang berarti watak
kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan dengan
perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam
bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup
seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari
hal-hal tindakan yang buruk.
Menurut
para ahli, etika tidak lain adalah aturan perilaku, adat kebiasaan manusia
dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar mana yang
buruk. Berikut definisi menurut ahli :
·
Drs.O.P Simonrangkir : etika atau etik
sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik
·
Drs.Sidi Gajalba dalam sistematika
filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang
dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal
·
Drs. H.Burhanudin Salam : etika adalah
cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan
perilaku manusia dalam hidupnya.
Filsuf
Aristoteles, dalam bukunya Etika Nikomecheia, menjelaskan tentang pembahasan
Etika, sebagai berikut:
Terminius Techicus,
Pengertian etika dalam hal ini adalah, etika dipelajari untuk ilmu pengetahuan
yang mempelajari masalah perbuatan atau tindakan manusia.
Manner dan Custom,
Membahas etika yang berkaitan dengan tata cara dan kebiasaan (adat) yang
melekat dalam kodrat manusia.
Macam-macam
Etika
1. Etika
Deskriptif
Etika
yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia,
serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang
bernilai.
2. Etika
Normatif
Etika
yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki
oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia. Jadi Etika
Normatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak
secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk.
1.2 Pengertian Profesi
Secara
etimologi profesi dari kata proffesion yang berarti pekerjaan. Profesional
artinya orang yang ahli atau tenaga ahli.
Dalam
kamus besar Bahasa Indonesia:
Profesi
adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan,
kejuruan, dan sebagainya) tertentu. Profesional adalah :
1.
Bersangkutan dengan profesi
2.
Memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankan
3.
Mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya
1.3 Karateristik Profesi
1.
Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis : Profesional diasumsikan
mempunyai pengetahuan teoritis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang
berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktik
2.Asosiasi
profesional : profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para
anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya.
3.Pendidikan
yang ekstensif : profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang
lama dalam jenjang pendidikan tinggi.
4.Ujian
kompetensi
5.Pelatihan
kompetensi
6.
Lisensi
7.
Otonomi kerja
8.
Kode etik
9.
Mengatur diri
10.
Layanan publik dan altruisme
11.Status
dan imbalan yang tinggi
2. PENGERTIAN PROFESI DAN
PROFESIONALISME
2.1
Profesionalisme
ONNY
S PRIJONO
Profesionalisme
merupakan kemampuan untuk memasuki ajang kompetisi sebagai antisipasi
menghadapi globalisasi.
PAMUDJI,1985
Profesionalisme
memiliki arti lapangan kerja tertentu yang diduduki oleh orang-orang yang
memiliki kemampuan tertentu pula.
2.2
Ciri-Ciri
Profesionalisme
Seseorang
yang memiliki jiwa profesionalisme senantiasa mendorong dirinya untuk
mewujudkan kerja-kerja yang profesional.
Pegawai
yang sukses selalu belajar dari kesalahan yang mereka lakukan dan tetap maju.
Berikut ini adalah sikap dalam bekerja yang profesional, yaitu:
·
Keinginan untuk selalu menampilkan
perilaku yang mendekati ideal. Yang dimaksud dengan “piawai ideal” ialah suatu
perangkat perilaku yang dipandang paling sempurna dan dijadikan sebagai
rujukan.
·
Meningkatkan dan memelihara imej
profesion. Profesionalisme yang tinggi ditunjukkan oleh besarnya keinginan
untuk selalu meningkatkan dan memelihara imej profesion melalui perwujudan
perilaku profesional.
·
Keinginan untuk senantiasa mengejar
kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan memperbaiki
kualitas pengetahuan dan keterampilannya.
·
Mengejar kualitas dan cita-cita dalam
profesion. Profesionalisme ditandai dengan kualitas derajat rasa bangga akan
profesi yang dipegangnya.
2.3 Kode Etik Profesi
Kode
Etik Profesi adalah suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu
kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial,
namun bila ada kode etik yang memiliki sanksi yang agak utuh dalam kategori
norma hukum yang didasari kesusilaan.
Dalam
menjalankan profesi, seseorang perlu memiliki dasar-dasar yang perlu
diperhatikan, diantaranya :
1. Prinsip
Tanggung Jawab
2. Prinsip
Keadilan
3. Prinsip
Otonomi
4. Prinsip
Integritas Moral
3.Modus
Kejahatan Dalam Teknologi Informasi
3.1 Jenis-Jenis Ancaman
Melalui IT
Sistem
keamanan yang berkaitan dengan Tipenya cybercrime menurut Philip masalah
keuangan dan e-commerce:
1. Joy
computing
2. Data
keuangan dapat dicuri atau diubah
3. Hacking
4. Trojan
Horse
5. Dana
atau kas disalahgunaan
6. Data
leakage
7. Pemalsuan
uang
8. Data
diddling
9. Seseorang
dapat berpura-pura sebagai orang sah dengan cara tidak sah
10. To
frustate data communication atau menyiakan data komputer lain dan melakukan
transaksi keuangan atas
11. Software
piracy
3.2 Kasus-Kasus
Kejahatan Komputer/Cyber Crime
Kasus
Cybercrime yang sering terjadi di Indonesia (As’ad Yusuf) :
1. Pencurian
nomor kartu kredit
2. Pengambilan
alih situs web milik orang lain
3. Pencurian
akses internet yang sering dialami oleh ISP
4. Kejahatan
nama domain
5. Persaingan
bisnis dengan menimbulkan gangguan bagi situs saingannya
4. IT Forensik
4.1 IT Audit Trail
Audit
Trail memberikan langkah demi langkah di dokumentasikan sejarah dari transaksi.
Audit
Trail merupakan salah satu fitur dalam suatu program yang mencatat semua
kegiatan yang dilakukan tiap user dalam suatu tabel log. Sedangkan IT Audit
Trail adalah suatu bagian yang ada dalam program yang dapat mencatat
kegiatan-kegiatan audit yang secara rinci dilakukan oleh para penggunannya
secara rinci.
4.2 Real Time Audit
Real
Time Audit adalah suatu sistem untuk mengawasi kegiatan teknis dan keuangan
sehingga dapat memberikan penilaian yang transparan status saat ini dari semua
kegiatan, dimana pun mereka berada.
4.3 IT Forensik
IT
Forensik adalah cabang dari ilmu komputer tetapi menjurus ke bagian forensik
yaitu berkaitan dengan bukti hukum yang ditemukan di komputer dan media
penyimpanan digital. Komputer forensik juga dikenal sebagai Digital Forensik
yang terdiri dari aplikasi dari ilmu pengetahuan kepada indetifikasi,
koleksi,analisa,dan pengujian dari bukti digital.
DAFTAR
PUSTAKA
·
http://kahfiehudson.com/jenis-jenis-ancaman-threats-melalui-it-dan-kasus-kasus-cybercrime-lainnya/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar